Bisnis B2B Telkom Mulai Gerak Cepat, Ingin Manufaktur Go Digital

Berita136 Dilihat

JAKARTA, SELULAR.ID – Bisnis B2B (business to business) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom makin menggeliat.

Bisnis B2B Telkom bahkan mulai mengakar di industri manufaktur di Indonesia,

Pasalnya peran industri manufaktur cukup besar dalam mendongkrak kinerja ekonomi nasional.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), sepanjang tahun 2022 industri manufaktur berhasil merealisasikan pertumbuhan sebesar 5,01%, lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang sebesar 3,67%.

– Advertisement –

Kinerja positif dari industri manufaktur tersebut sekaligus mencerminkan keberhasilan revolusi Industri 4.0 yang pemerintah galakkan.

TONTON JUGA:

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) turut berkontribusi dalam kesuksesan tersebut melalui teknologi Overall Equipment Effectivenes (OEE) Monitoring milik Antares, produk digital di bawah payung Leap-Telkom Digital (Leap).

Baca juga: Penyebab Telkom Raih Laba Bersih Rp12,75 Triliun di Semester I 2023

OEE menjadi sistem yang penting bagi industri manufaktur sebagai cara untuk mengukur efektivitas pemanfaatan mesin, peralatan, waktu, serta material di lantai produksi.

Model pengukuran ini mampu mendefinisikan secara langsung perbedaan antara performa aktual yang sedang terjadi dan performa ideal yang seharusnya bisa dicapai selama proses produksi.

Teknologi tersebut telah banyak perusahaan manfaatkan termasuk PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood).

Melalui pemanfaatan OEE Monitoring, operasional lantai produksi Garudafood menjadi lebih efisien, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan produktivitas perusahaan sehingga secara tidak langsung berdampak pada pengelolaan sumber daya yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Berkat solusi real-time yang Antares sediakan, Garudafood dapat mengambil keputusan secara tepat waktu dan melakukan perencanaan yang lebih efektif, serta mampu mengoptimalkan mesin dan peralatan produksi yang ada.

Akurasi data Garudafood juga meningkat sekitar 10% sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang ideal, mengidentifikasi hambatan operasional, dan mendorong inisiatif perbaikan berkelanjutan.

Baca Juga  Kebangkitan Aura Fire Langsung Ditantang Onic Esport

“Data yang lebih akurat ini memungkinkan customer memahami secara komprehensif kinerja produksinya, mengurangi waktu henti mesin, dan meningkatkan efektivitas peralatan secara keseluruhan,” ujar Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid.

“Selain itu, juga menambah wawasan berharga dalam mengambil langkah yang lebih proaktif untuk mengoptimalkan proses produksi dan mencapai standar kualitas yang lebih tinggi,” sambungnya.

Manufaktur Go Digital

Baca juga: Setelah Telkomsel One, IndiHome Keluarkan Paket JITU 1 Mulai Rp280 Ribu

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *