Hampir Setengah dari Perusahaan Tak Siap Mengimplementasikan AI

Berita196 Dilihat

– Advertisement –

Selular.ID – Baru-baru ini AMD telah merilis survei terhadap 2.500 pemimpin TI global. Temuan dari survei tersebut menemukan bahwa kesiapan perusahaan atau organisasi menjadi perhatian, dengan hampir setengah (46%) dari semua responden percaya bahwa organisasi mereka belum siap untuk mengimplementasikan Artificial Intelligence (AI).

Walaupun lebih dari dua dari tiga pemimpin TI percaya bahwa teknologi yang mendukung AI akan membuat pekerjaan menjadi lebih efisien.

Dan lebih dari 50% pemimpin TI mengatakan bahwa mereka belum bereksperimen dengan aplikasi pemrosesan bahasa alami terbaru.

Tetapi 52% mengatakan organisasi mereka tidak memiliki infrastruktur TI yang diperlukan untuk implementasi AI.

– Advertisement –

Ini adalah contoh konflik yang dihadapi perusahaan—optimisme terhadap dampak AI vs. kesiapan organisasi.

Para pemimpin TI menyatakan kekhawatiran tentang mengimbangi teknologi yang berkembang pesat dan menyoroti masalah tata kelola dan keamanan baru.

Baca Juga:AI Generatif Tidak Bisa Dilindungi Hak Cipta

Kurangnya infrastruktur yang tepat, dan kebutuhan pelatihan tenaga kerja sebagai hambatan utama untuk adopsi AI yang cepat.

Sebagian besar pemimpin TI yakin bahwa teknologi AI baru dapat mengatasi masalah operasional, terutama keamanan dan efisiensi.

Tujuh dari sepuluh berpikir AI dapat meningkatkan kemampuan deteksi otomatis dari ancaman keamanan siber.

Dan dari mereka yang disurvei yang mengatakan bahwa mereka sudah memprioritaskan AI, 90% sudah melihat peningkatan efisiensi di tempat kerja.

Baru-baru ini Analisis ekonomi menunjukkan bahwa bisnis global dalam investasi teknologi AI dapat mendekati total $200 miliar pada tahun 2025, atau naik 72% dari saat ini.

Ini dilansir oleh Fox Business yang mana menurut ekonom Goldman Sachs, AI generatif memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Baca Juga  Lawan Wolves di Pekan Pertama Liga Inggris, Manchester United Bisa Ukir 1 Rekor Legendaris

Bukan hanya itu, AI juga dirasa ampun dalam meningkatkan hasil ekonomi karena telah diadopsi secara luas oleh bisnis dan masyarakat pada umumnya.

Sebuah laporan oleh ekonom Goldman Sachs Joseph Briggs dan Devesh Kodnani memproyeksikan bahwa investasi swasta global dalam AI diperkirakan akan meningkat secara dramatis selama tiga tahun ke depan.

Dari perkiraan $91,9 miliar pada tahun 2022 menjadi lebih dari $158,4 miliar pada tahun 2025, peningkatan 72% dalam tiga tahun.

Mereka mencatat bahwa peningkatan investasi terkait AI berasal dari titik awal yang relatif rendah.

Investasi AI global sebagaimana diukur dari pendapatan Microsoft Azure, Nvidia, Google Cloud, dan Amazon Web Services cenderung naik dari hampir $3,2 miliar secara global pada tahun 2013 menjadi sekitar $25,5 miliar pada tahun 2017 dan sekitar $48,2 miliar pada tahun 2020.

Baca Juga:Bakal Ada Stiker WhatsApp Khusus Pakai AI

Kemudian melonjak menjadi $93,5 miliar pada 2021 sebelum mendatar tahun lalu menjelang rebound yang diproyeksikan.

 

 

– Advertisement –

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *