Sejumlah Orang Justru Bisa Mendaftarkan IMEI Luar Negeri Gratis

Berita148 Dilihat

JAKARTA, SELULAR.ID – Ketika polisi akan memblokir ponsel dengan International Mobile Equipment Identity (IMEI) ilegal, sejumlah warga Indonesia bisa mendaftarkan secara gratis.

Sejumlah warga Indonesia yang bisa mendaftarkan IMEI ponsel dari luar negeri secara gratis yakni para pekerja migran Indonesia atau tenaga kerja Indonesia (TKI).

Kepala Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani yang mengungkapkan hal tersebut.

Benny mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui hal tersebut dalam rapat yang berlangsung pekan lalu.

– Advertisement –

TONTON JUGA:

“Presiden setuju khusus PMI bebas atau gratis untuk mendaftarkan IMEI hp,” ujar Benny usai menghadiri rapat tersebut di Kompleks Istana Negara.

Baca juga: Pemblokiran Ponsel IMEI Ilegal Bisa Berdampak ke Operator Telekomunikasi

Menurut Benny, selama ini PMI menemui kendala dalam mengurus IMEI.

Pasalnya, proses mendaftarkan IMEI memang membutuhkan biaya.

“Tentu ketika dia ganti nomor Indonesia, hpnya bisa digunakan di Indonesia, tidak perlu dikeluarkan biaya,” terangnya.

Selain itu, pemerintah juga membahas soal barang impor e-commerce dan barang-barang pengiriman dari PMI.

Pada April 2022 silam, BP2MI telah mengusulkan kepada pemerintah agar ada peraturan khusus terkait dengan barang-barang milik pekerja migran Indonesia.

Dalam hal ini, ada tiga kategori barang.

Pertama, barang kiriman yang setiap bulan atau tiap tahun selama bekerja dalam status kontrak mereka kirim ke Indonesia.

Kedua, yang para pekerja migran bawa secara langsung saat cuti atau saat mereka selesai melaksanakan kontrak kerja.

Ketiga, barang pindahan saat mereka selesai kontrak dan tidak memperpanjang, semua barang mereka pindahkan semua.

“Selama ini tidak ada aturan yang mengatur secara khusus (soal pengiriman barang), ini menimbulkan problem dan masalah mereka,” ujar Benny.

Baca Juga  Endolita, Nikmat dan Menggugah Selera, Berikut 5 Mie Ayam Terbaik di Cianjur, Dijamin Ngilerrrr!

“Mereka sering berhadapan dengan petugas di lapangan yang tentunya melakukan pembongkaran barang mereka. Banyak juga barang mereka tidak kembali,” sambungnya.

Karenanya, Benny mendorong aturan tersebut pemerintah setujui, serta ada relaksasi terhadap barang milik pekerja migran.

Misalnya relaksasi berkenaan dengan pajak, para pekerja migran mendapatkan relaksasi sebesar US$1.500 tiap tahun dalam tiga kali pengiriman barang.

“Saya yakinkan kepada presiden dan menteri kalau pekerja migran Indonesia bawa barang bekas itu jumlahnya terbatas dan tidak untuk kepentingan bisnis,” ungkapnya.

“Tidak ada niat untuk memperjualbelikan kecuali untuk oleh-oleh keluarganya,” ujarnya.

Baca juga: Meski Terancam Diblokir Gegara IMEI Ilegal, Toko-toko Masih Jual iPhone Garansi Inter

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *